Home » Sistem Penjaminan Mutu Internal

Sistem Penjaminan Mutu Internal

Pada tahun 2003 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah mulai menggagas kegiatan Penjaminan Mutu (Quality Assurance) di perguruan tinggi. Kegiatan Penjaminan Mutu tersebut didukung oleh pemerintah dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang menyatakan bahwa SNP bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasonal.

Dengan demikian implementasi penjaminan mutu selain wajib memenuhi SNP juga memberikan kebebasan pada setiap perguruan tinggi untuk mengembangkan penjaminan mutu sesuai sejarah, visi, misi, budaya, ukuran, dan berbagai kekhasan dari perguruan tinggi tersebut. Dengan pola implementasi seperti ini, dalam kurun waktu lima tahun tentu telah berlangung beragam implementasi penjaminan mutu, baik pada aras perguruan tinggi maupun pada aras Nasional. Keragaman tersebut selain merupakan kekayaan juga merupakan praktek baik (best practices) dalam mengimplementasikan penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Kemudian pada tahun 2006 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah selesai menyusun dan berlaku secara nasional Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi atau disingkat SPM-PT, yaitu sistem yang menyinergikan kegiatan EPSBED, Penjaminan Mutu, dan Akreditasi perguruan tinggi. Tujuan SPM-PT untuk menjamin mutu aspek akademik maupun non akademik perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam SPM-PT, kegiatan EPSBED dikembangkan menjadi suatu Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), sedangkan kegiatan Penjaminan Mutu dan Akreditasi masing-masing disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Untuk mengevaluasi implementasi SPMI di Perguruan Tinggi dalam rangka memperoleh data dan informasi tentang implementasi SPMI di semua perguruan tinggi di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Program “Evaluasi Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi”. Berdasarkan hasil evaluasi Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menetapkan dan mengumumkan perguruan tinggi yang mengimplementasikan SPMI dengan baik, sehingga dapat memberikan inspirasi tentang praktek baik (best practices) implementasi SPMI oleh berbagai pihak.

Pada tahun 2008, Universitas Widyatama merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang mengikuti Program tersebut.  Dari Perguruan Tinggi yang mengikuti Program tersebut, hanya 127 Perguruan Tinggi yang memenuhi syarat untuk dilakukan site verification dan technical assistance. Berdasarkan site verification dan technical assistance oleh Reviewers Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, UNIVERSITAS WIDYATAMA masuk dalam 50 besar Perguruan Tinggi yang mengimplementasikan SPMI dengan baik.